Sabtu, 24 Desember 2016

5 Kecematan Terendam Akibat Banjir Bandang Bima Nusa Tenggara Barat

Rumah Warga Terendam Akibat Banjir Bandang Bima
Hujan deras yang mengguyur kota Bima Nusa Tenggara Barat mengakibatkan banjir bandang setinggi hampir 3 meter, banjir terjadi sejak Rabu pagi derasnya air membuat sejumlah rumah warga hanyut.

Banjir yang  datang tiba-tiba membuat warga panik sejumlah mobil bahkan ditinggal pemiliknya di tengah jalan. Berlarian, mengungsi dan menyelamatkan diri hanya sejumlah barang saja yang berhasil  di selamatkan hingga malam hari air masih menggenangi permukiman.

Sejumlah warga yang masih bertahan di dalam rumah di evakuasi ke tempat yang lebih tinggi ratusan warga terpaksa mengungsi sebagian menempati lantai atas sebuah hotel.

"ini semua korban banjir di dua Kelurahan ya harapannya kita minta bantuan dari pusat mungkin dari kota juga sudah lumpuh di sini" ujar Devon Warga

Data korban jiwa maupun luka-luka akibat banjir masih terus dikumpulkan jaringan listrik dan jaringan komunikasi terputus.

"karena semua komunikasi terputus saya hanya bisa berkomunikasi via HT ini pun mereka banyak lowbat karena tidak bisa ngecas baterainya, sementara informasi korban jiwa belum saya dapatkan satupun, rumah yang hanyut pun belum kita dapatkan" ucap HM Qurais Abidin Wali Kota Bima

Rabu kemarin 2 sungai di Bima Nusa Tenggara Barat meluap dan membanjiri 5 Kecamatan sejumlah warga pun terpaksa di evakuasi, seorang warga yang mengalami struk di evakuasi dari kediamannya di kelurahan Melayu Kota Bima, Rumahnya terkepung oleh banjir sementara di Kecamatan Asakota banjir menggenangi seluruh perkampungan dan jalan utama.

Puluhan kendaraan bermotor yang melintas pun mogok, di Kecamatan Rasanae Barat sejumlah wanita dan anak-anak juga di evakuasi, banjir menggenangi 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Asakota, Kecamatan Rasanae Barat, Kecamatan Mpunda, Kecamatan Raba, Kecamatan Rasanae Timur dan juga banjir memang terjadi akibat sungai Pandolo dan Sungai Melayu di Kota Bima meluap. BNPB setempat telah mengirim tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan kebutuhan korban banjir. 

"situasi sekarang adalah kita sedang melakukan esesmen dampak dari bencana itu jadi sampai dengan siang ini saya belum menerima laporan tim reaksi cepat BNPB berangkat tadi subuh tapi kami selalu meminta update kepada BPBD baik yang ada di Bima maupun yang ada di Provinsi jadi sekarang listrik walaupun belum semua menyala tapi sebagian sudah menyala lalu untuk saluran telepon begitu juga" kata Willem Rampangilei Kepala BNPB

Hingga kamis siang banjir belum surut warga membutuhkan bantuan logistik di pengungsian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar