Sabtu, 07 Januari 2017

Motif Utama Penulis Buku Jokowi Undercover

5 hari sudah Bambang Tri Mulyono menjadi tahanan di Mapolda Metro Jaya, Bambang Tri adalah tersangka kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dan sara dalam buku "Jokowi Undercover"
Ilustrasi Bambang Tri Penulis Buku "Jokowi Undercover"
5 hari sudah Bambang Tri Mulyono menjadi tahanan di Mapolda Metro Jaya, Bambang Tri adalah tersangka kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dan sara dalam buku "Jokowi Undercover", buku yang ia tulis diduga memuat banyak informasi yang tidak berdasarkan fakta salah satunya Bambang menulis Jokowi sebagai keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI).

Inilah rumah Bambang Tri dan keluarganya di Dusun Jambangan Desa Sekorejo Kabupaten Blora Jawa Tengah, keluarga Bambang Tri cukup terpandang di Kampung ini. Keluarga mengaku tidak mengetahui tentang isi buku "Jokowi Undercover".

Di mata para tetangga Bambang Tri adalah sosok yang santun dan berwawasan luas, Sumarno salah satu tetangga mengaku pernah dikabari oleh Bambang Tri soal buku "Jokowi Undercover".

Polisi mengatakan motif utama Bambang Tri menulis buku "Jokowi Undercover" hanya ingin terkenal lantaran tidak ada penerbit yang mau menerbitkan Bambang Tri memperbanyak Buku dengan cara di fotocopy dan di pasarkan di internet.

"dia mencetak sendiri di pesankan lewat internet juga ya kita sedang melacak mencetaknya di mana tempatnya kemudian dia mempromosikan bukunya lewat internet ini juga sore ini kita akan periksa sudah berapa pemesan, siapa saja tentunya ada alamat dengan lewat internet" ujar Brigjen Rikwanto Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri

Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintah kan anak buahnya untuk mengusut dalang di balik buku "Jokowi Undercover".

"membuat buku itu apalagi buku mengenai fakta tidak cukup dengan hanya membuat seperti buku fiktif, buku novel yang karangan-karangan fiksi harus dengan data, ini data pendukung tidak ada sama sekali makanya kita berani menetapkan bahwa itu adalah bohong, kita akan dalami siapa yang menggerakkan, siapa yang mengajari dia karena kalau kemampuan menulisnya Berantakan ya tidak mengikuti sistematika pelajaran-pelajaran orang-orang yang terdidik yang sarjana sekelas skripsi juga tidak nah oleh karena itu kita akan lihat siapa yang ada di belakang dia, di belakang dia kita akan usut tolong catat itu" ucap Jenderal Tito Karnavian Kapolri

Untuk proses penyidikan dan kelengkapan berkas penyidik akan memeriksa saksi ahli di antaranya ahli bahasa, sejarah, sosiologi dan ahli pidana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar