Minggu, 22 Januari 2017

Sejumlah Masalah Berita Hoax, Ancam Keutuhan Bangsa Indonesia

Sejumlah masalah mengancam bangsa konflik horizontal tren saling melaporkan tindak pidana ke Polri dan ketegangan sosial akibat perbedaan pilihan politik. Dari beragam persoalan yang di hadapi bangsa ini, satu hal yang paling vital yang harus segera di tangani Pemerintahan Jokowi adalah mengelola isu yang berkembang di media sosial
Sejumlah masalah mengancam bangsa konflik horizontal tren saling melaporkan tindak pidana ke Polri dan ketegangan sosial akibat perbedaan pilihan politik. Dari beragam persoalan yang di hadapi bangsa ini, satu hal yang paling vital yang harus segera di tangani Pemerintahan Jokowi adalah mengelola isu yang berkembang di media sosial.

Tidak ada yang bisa menghentikan arus informasi yang begitu cepat menyebar di media sosial, maka saat sebuah informasi di pelintir di dunia maya menjadi sebuah kabar bohong atau Hoax, satu hal yang lambat laun bisa mengancam keutuhan bangsa perpecahan sosial.

Dalam jejak pendapat yang dilakukan litbang kompas media sosial memiliki pengaruh kuat dalam memecah ikatan sosial di masyarakat. Sebanyak 56,8% responden menjawab media sosial sangat berpengaruh dalam menimbulkan perpecahan sosial di masyarakat, 28,9% responden menjawab media sosial cukup berpengaruh menciptakan perpecahan sosial, 12,9% responden menjawab media sosial tidak mempengaruhi ikatan sosial masyarakat dan sisanya 1,4% responden menjawab tidak tahu.

Sadar jika dampak media sosial punya andil yang cukup dominan dalam merunyamkan ikatan sosial masyarakat hingga mengganggu stabilitas politik. Pemerintahan Jokowi akhirnya turun tangan dan menggelar rapat terbatas.

"media sosial harus dikembangkan ke arah hal yang produktif mendorong kreativitas dan inovasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kita. Tapi kita juga harus menyadari bahwa menurut informasi juga memberikan dampak yang negatif bagi masyarakat seperti yang kita liat akhir-akhir ini banyak perseteruan informasi yang meresahkan yang mengadu domba yang memecah belah. Muncul ujaran-ujaran kebencian, pernyataan-pernyataan yang kasar, pernyataan-pernyataan yang mengandung fitnah, yang provokatif dan kalau kita lihat juga bahasa-bahasa yang dipakai juga bahasa-bahasa yang misalnya bunuh, bantai, gantung. Sekali lagi ini bukan budaya kita bukan kepribadian kita dan oleh sebab itu jangan sampai kita habis energi untuk hal-hal seperti ini dan saya minta yang pertama penegakan hukum harus tegas dan keras untuk hal ini dan kita harus mengevaluasi media-media Online yang sengaja memproduksi berita-berita bohong tanpa sumber yang jelas dengan judul yang provokatif mengandung fitnah dan yang kedua saya minta juga gerakan yang masif untuk melakukan literasi, edukasi dan menjaga etika menjaga keadaban kita dalam bermedia sosial" ujar Joko Widodo Presiden Republik Indonesia

Pemerintah lantas akan mengoptimalkan unit-unit milik Kementerian dan Lembaga yang mempunyai fungsi keamanan Cyber untuk menangkal serangan Hoax.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar